9 Alasan Kenapa Bilik Toilet Tidak Dibuat Tertutup Sampai Bawah

9 Alasan Kenapa Bilik Toilet Tidak Dibuat Tertutup Sampai Bawah

31/12/2021 Blog 0
Contoh Penerapan Kubikel Toilet Di Kota Tangerang

Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa bilik pada toilet umum tidak dirancang agar tertutup sampai ke bawah? Hal ini mungkin kerap membuat banyak orang merasa sedikit tidak nyaman, tapi sebenarnya ada alasan penting di balik desainnya yang dibuat seperti itu. Jika Anda ingin tahu kenapa, berikut penyebab bilik toilet umum memiliki celah kecil pada bagian bawahnya.

1. Lebih gampang dibersihkan.

Toilet umum adalah tempat yang digunakan oleh banyak orang, sehingga harus dibersihkan hampir setiap saat. Nah, celah pada bagian bawah toilet membuatnya jadi lebih gampang dan cepat ketika dibersihkan.

2. Memudahkan akses darurat.

Jika seseorang kehilangan kesadaran di kamar mandi yang tertutup, mungkin diperlukan waktu berjam-jam sampai disadari oleh orang-orang di sekitarnya. Dengan adanya celah kecil pada bagian bawah toilet, ini membantu orang lain untuk sadar lebih cepat ketika terjadi kecelakaan.

Selain itu, celah pada bilik toilet juga memungkinkan orang lain untuk membuka pintu tanpa perlu mendobraknya, sehingga akses darurat pun akan jauh lebih mudah untuk diberikan.

3. Mencegah perilaku tidak senonoh.

Bilik toilet yang tidak tertutup sepenuhnya mencegah orang-orang untuk melakukan hal yang tidak senonoh di dalam kamar mandi, seperti misalnya bermesraan dengan lawan jenis. Ini membuat perilaku pengguna toilet jadi lebih mudah untuk diawasi dari luar.

4. Harga relatif terjangkau.

Bilik toilet yang dibuat tertutup dari lantai hingga ke langit-langit ruangan tentu akan membutuhkan lebih banyak material dan proses pembuatan yang lebih lama, sehingga membuat harganya pun jadi lebih mahal. Karena itulah bilik toilet yang dirancang setengah tertutup dinilai jauh lebih hemat dan terjangkau.

5. Sirkulasi udara yang lebih baik.

Ruang toilet yang tertutup rapat akan lebih sulit untuk menghilangkan bau tidak sedap. Sementara bilik toilet yang memiliki celah bekerja sebagai ventilasi yang mengalirkan udara ke luar, sehingga bau tidak menyenangkan pun akan cepat hilang.

6. Memungkinkan orang menemukan bilik kosong.

Saat mengantri untuk menggunakan toilet, Anda tidak perlu mengetuk setiap pintunya untuk menemukan bilik yang kosong. Cukup dengan melihat bagian bawahnya, Anda sudah tahu manakah bilik toilet yang tidak digunakan. Hal ini tentunya membantu antrian jadi lebih cepat bergerak dan meminimalisir waktu tunggu yang diperlukan.

7. Mencegah terjebak di dalam bilik yang terkunci.

Kunci pada bilik toilet bisa saja macet karena berbagai alasan. Bayangkan jika Anda terjebak di dalam toilet yang tertutup sepenuhnya, sementara tidak ada orang lain di sekitar yang bisa menolong Anda. Tentu hal ini akan sangat merepotkan. Namun dengan adanya celah pada bagian bawah bilik, Anda dapat merangkak keluar meskipun saat itu tidak ada orang lain di sekeliling Anda.

8. Memungkinkan antrian terus bergerak.

Bilik toilet yang dirancang setengah terbuka membuat para penggunanya jadi merasa kekurangan privasi, sehingga secara alami akan mendorong kesadaran mereka untuk tidak bersantai-santai saat menggunakan fasilitas toilet umum.

9. Lebih mudah memberikan tisu.

Kertas tisu pada toilet umum seringkali habis tanpa terduga. Pada saat terdesak seperti ini, celah pada bagian bawah toilet memungkinkan Anda untuk meminta tisu dari petugas di luar atau orang lain yang berada di bilik samping.

Tanpa disadari, ternyata selain faktor keamanan, ada juga pertimbangan ekonomis dan logistik yang mempengaruhi desain pembuatan bilik toilet agar dibuat setengah terbuka. Kini, Anda tidak perlu lagi merasa tidak nyaman saat menggunakan toilet umum, karena adanya alasan yang jelas di balik itu semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published.