Toilet Duduk Tidak Baik Untuk Kesehatan, Mitos Atau Fakta?

Toilet Duduk Tidak Baik Untuk Kesehatan, Mitos Atau Fakta?

03/12/2021 Blog 0
Toilet Duduk Yang Ada Di Dalam Hunian

Berbeda dengan budaya barat, kebanyakan orang di Asia, termasuk Indonesia, masih sering menggunakan toilet jongkok dari pada toilet duduk. Hal ini dikarenakan adanya kepercayaan kuno yang menganggap bahwa jongkok merupakan posisi yang lebih alami untuk buang air dari pada duduk.

Tentu permasalah antara toilet jongkok dan toilet duduk ini seringkali memicu perdebatan banyak orang terkait masalah kesehatan yang dipengaruhinya. Bahkan demi membuktikan kebenaran dari teori tersebut, tidak sedikit para ilmuwan yang mencoba untuk melakukan penelitian mengenai perbandingan antara toilet jongkok dan toilet duduk.

Lantas, bagaimanakah hasilnya?

Saat buang air, usus bagian bawah akan bekerja untuk mendorong kotoran keluar dari anus. Menurut hasil pengamatan melalui sinar-X yang diambil selama penelitian, ternyata buang air dengan posisi jongkok dapat meluruskan usus besar, sehingga memberikan jalan agar kotoran dapat keluar lebih mudah. Itu sebabnya, buang air dengan posisi jongkok cenderung jauh lebih cepat dibandingkan dengan posisi duduk.

Waktu rata-rata yang dibutuhkan para peserta untuk buang air besar dengan toilet jongkok pun relatif lebih singkat, yaitu 51 detik. Sementara waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk buang air dengan toilet duduk sekitar 114 sampai dengan 130 detik. Para partisipan merasa bahwa buang air jadi lebih mudah saat dilakukan sambil berjongkok daripada duduk.

Lantas, apakah hal ini menunjukkan bahwa toilet duduk lebih buruk dari pada toilet jongkok? Jawabannya, tidak juga.

Lebih lanjut menurut para peneliti, hal yang paling membahayakan saat buang air bukan disebabkan oleh jenis toilet yang digunakan, melainkan jika seseorang mengejan secara berlebihan, karena akan lebih rentan untuk mengalami robekan pada lapisan anus dan merasakan gejala buang air yang menyakitkan, bahkan hingga keluarnya darah.

Buang air dengan posisi jongkok memang dapat membantu mengurangi ketegangan perut, sehingga cukup menolong bagi orang-orang yang kerap mengalami sembelit. Namun tetap saja, manfaat toilet jongkok dan bahaya toilet duduk ini terkadang terlalu dilebih-lebihkan.

Karena faktanya, tidak ada satu pun bukti kuat yang menunjukkan bahwa buang air sambil berjongkok dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit wasir. Selain itu, tidak ada juga data pasti yang menunjukkan bahwa buang air dengan posisi duduk dapat menyebabkan resiko penyakit yang terkait dengan masalah usus besar atau lubang anus. Nah, untuk menentukan manakah jenis toilet yang lebih baik, tentu saja jawabannya kembali kepada preferensi dan kenyamanan masing-masing penggunanya. Jadi, jika masih ada yang mengatakan bahwa toilet duduk berbahaya untuk kesehatan, kini Anda sudah tahu bahwa hal tersebut hanyalah mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah apa pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.